Rabu, 27 Februari 2013

Berpikir Kritis, Argumen, Retorika

Berpikir Kritis


Berpikir kritis adalah berpikir secara
beralasan dan reflektif dengan menekankan pada pembuatan keputusan tentang apa yang 
harus dipercayai atau dilakukan, 
Oleh karena itu, indikator kemampuan berpikir kritis
dapat diturunkan dari aktivitas kritis siswa sebagai berikut :
(1). Mencari pernyataan yang jelas dari setiap pertanyaan.
(2). Mencari alasan.
(3). Berusaha mengetahui informasi dengan baik.
(4). Memakai sumber yang memiliki kredibilitas dan menyebutkannya.
(5). Memperhatikan situasi dan kondisi secara keseluruhan.
(6). Berusaha tetap relevan dengan ide utama.
(7). Mengingat kepentingan yang asli dan mendasar.
(8). Mencari alternatif.
(9). Bersikap dan berpikir terbuka.
(10). Mengambil posisi ketika ada bukti yang cukup untuk melakukan sesuatu.
(11). Mencari penjelasan sebanyak mungkin apabila memungkinkan.
(12). Bersikap secara sistimatis dan teratur dengan bagian-bagian dari keseluruhan masalah.

Manfaat Berpikir Kritis

1. Membantu memperoleh pengetahuan, memperbaiki teori, memperkuat argumen
2. Mengemukakan dan merumuskan pertanyaan dengan jelas
3. Mengumpulkan, menilai, dan menafsirkan informasi dengan efektif
4. Membuat kesimpulan dan menemukan solusi masalah berdasarkan alasan yang kuat
5. Membiasakan berpikiran terbuka

Argumen


Argumen adalah rangkaian pernyataan-pernyataan yang mempunyai ungkapan pernyataan penarikan kesimpulan (inferensi). Argumen terdiri dari pernyataan-pernyataan yang terdiri atas dua kelompok, yaitu kelompok pernyataan sebelum kata ‘jadi’ yang disebut premis (hipotesa) dan pernyataan setelah kata ‘jadi’ yang disebut konklusi (kesimpulan).Suatu argument disebut valid jika untuk sembarang pernyataan yang disubtitusikan kepada hipotesa, jika semua hipotesa tersebut benar, maka kesimpulan juga benar. Sebaliknya, jika semua hipotesa benar tetapi ada kesimpulan yang salah, maka argument tersebut dikatakan tidak valid (invalid). Untuk menunjukan apakah suatu argument valid atau tidak, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menuliskan argument tersebut dalam bentuk simbol-simbol.
Contoh argumen : a. Semua bilangan genap habis dibagi 2. (premis)
                               10 adalah bilangan genap.                   (premis)
                               Jadi, 10 habis dibagi 2.                       (konklusi)
                           b. Jika malam hari turun hujan, maka lapangan bola akan basah. (premis)
                               Ternyata malam hari turun hujan.                                            (premis)
                               Jadi, lapangan bola basah.                                                     (konklusi)

Retorika

Retorika atau ilmu komunikasi adalah cra pemakaian bahasa sebagai seni yang didasarkan pada suatu pengetahuan atau metode y ang teratur atau baik. Berpidato, ceramah, khutbah juga termasuk kajian retorika. Cara-cara mempergunakan bahasa dalam bentuk retorika seperti pidato tidak hanya mencakup aspek-aspek kebahasaan saja tetapi juga mencakup aspek-aspek lain yang berupa penyusunan masalah yang digarap dalam suatu susunan yang teratur dan logis adanya fakta-fakta yang meyakinkan mengenai kebenaran masalah itu untuk menunjang pendirian pembicara. - See more at: http://nesaci.com/pengertian-dan-prinsip-dasar-retorika/#sthash.NelGtk08.dpuf
Fungsi Retorika:
1.Menegakkan kebenaran dan keadilan.
2.Memberi informasi kepada orang kebanyakan.
3.Meyakinkan.
4.Memepertahankan diri dari ketidakadilan

Rabu, 20 Februari 2013

Konsep Pengembangan Sains dan Teknologi

Sains merupakan ilmu yang mempelajari alam semesta beserta seluruh isinya. Seseorang yang ahli di bidang sains dikenal dengan sebutan saintis.

Teknologi adalah suatu sarana yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Teknologi merupakan penerapan sains yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari – hari. Sebagai contoh, pada abad-abad sebelum ada alat bedah canggih, seorang pasien yang memerlukan operasi pembedahan harus menghadapi alat-alat operasi yang mengerikan. Hal itu membuat nyalinya ciut dan dapat mengakibatkan sakitnya makin parah. Dengan adanya perkembangan sains dan teknologi, alat bedahpun makin “ramah”. Pasien tidak takut lagi menghadapi operasi pembedahan. Selain itu, keberhasilan operasi pembedahan pun semakin meningkat .Beruntunglah kita dapat menikmati hasil perkembangan teknologi saat ini. Kita dapat mencegah menularnya suatu penyakit dengan vaksinasi, mengetahui jenis kelamin janin sejak masih dalam kandungan, atau kita dapat mengganti organ tubuh yang sudah tidak berfungsi melalui teknik cangkok organ. Coba bayangkan jika seandainya kalian hidup pada zaman dahulu ketika sains dan teknologi belum maju. Kita mungkin tidak dapat berbuat apa-apa ketika suatu wabah penyakit menyerang. Kita mungkin hanya menunggu giliran kapan penyakit itu hilang atau mungkin hanya menunggu kematian.


Perkembangan sains dengan perkembangan di bidang teknologi bisa dikatakan saling memiliki keterkaitan. Ada yang mengatakan bahwa perkebangan sains dan teknologi di Indonesia sudah maju, karena Indonesia sudah sering membawa pulang medali-medali emas dan perak dari lomba sains dan fisika se-asia maupun yang internasional. dampaknya terhadap masyarakat bisa dikatan positif, tapi dampaknya terhadap alam berpengaruh nagatif. Dampak positif bagi masyarakat seperti, berkembangnya sarana dan prasarana umum, lebih mudah memperoleh informasi, dll. Dampak negatif bagi alam sangatlah buruk Karena, tanpa disadari manusia telah mengeksploitasi alam secara besar-besaran untuk meningkatkan perkembangan sains dan teknologi.

Dampak Perkembangan Sains dan Tekonologi

Dampak perkembangan sains dan teknologi terhadap masyarakat dan alam Indonesia saling bertolak belakang. Yaitu, dampaknya terhadap masyarakat bisa dikatan positif, tapi dampaknya terhadap alam berpengaruh nagatif.Dampak perkembangan sains dan teknologi terhadap masyarakat Indonesia sangatlah bermanfaat bagi kelangsungan hidup dan memajukan Negara Indonesia ini. seperti, berkembangnya sarana dan prasarana umum, lebih mudah memperoleh informasi, dll.

Tetapi walaupun dampaknya baik bagi masyarakat, Dampak perkembangan sains dan teknologi terhadap alam Indonesia sangatlah buruk. Karena, tanpa disadari manusia telah mengeksploitasi alam secara besar-besaran untuk meningkatkan perkembangan sains danteknologi. Padahal dengan melakukan eksploitasi secara besar-besaran dan dalam waktu yang singkat, sama saja kita membuang-buang sumber daya alam yang kita punya.

Apa Sajakah yang Dipelajari di KPST?

Cara berfikir terkonsep, sehingga mahasiswa mampu memecahkan masalah dengan solusi yang efisien.
Cara berfikir kritis, sehingga mahasiswa mampu mengkaji segala masalah secara ilmiah sesuai etika teknologi.
Mengerti akan Konsep Pengembangan Sains dan Teknologi serta pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber 1 Sumber 2

Chatur Wahyu S, IT Telkom Bandung